Yuk Jajal Layanan Video On-Demand Hooq di Aplikasi Grab

JakartaGrab kembali menambah fitur baru sebagai upaya untuk memperkuat rencana perusahaan menjadi ‘Everyday Super App’. Perusahaan ride-hailing asal Singapura itu telah menambah layanan video streaming Hooq di aplikasi Grab.

“Hooq ini bisa diakses lewat aplikasi Hooq, dan bahkan di berbagai aplikasi lain. Dan hari ini kita luncurkan adalah bisa diakses di aplikasi Grab. Banyak dari kita, terutama di Indonesia daripada memiliki banyak aplikasi, nah ini merupakan solusi terhadap itu,” ujar Country Head Hooq Indonesia, Guntur Siboro saat peluncuran kerja sama Grab dan Hooq di Empirica SCBD, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Untuk sementara layanan tersebut ditawarkan untuk pengguna Grab kategori Platinum. Cara menggunakannya cukup mudah. Saat masuk ke aplikasi Grab, terdapat beberapa tile layanan, salah satunya tombol video. Ketika pengguna memilih ikon tersebut, pengguna akan langsung terkoneksi dengan halaman utama Hooq.

Guntur menjelaskan, saat terkoneksi dengan halaman Hooq, dan pengguna memutar video dalam halaman tersebut, maka kuota data yang terpakai sama seperti layaknya dalam aplikasi Hooq. Misalnya, pelanggan operator selular Telkomsel yang sudah memiliki kuota khusus Hooq sudah dapat langsung tersambung tanpa khawatir akan menguras kuota reguler.

“Jadi pelanggan Hooq, misalnya dengan penggunaan kuota dari Telkomsel, dan ada paket Hooq-nya. Nah, walaupun itu di play di aplikasi Grab itu IP address-nya akan menuju IP address yang dikenal oleh Telkomsel pada Hooq. Dengan demikian akan mengikuti kuota data tersebut,” jelasnya.

Meski terintegrasi dengan Grab, Hooq pun memastikan koleksi film maupun serial tv yang ditawarkan lewat aplikasi Grab akan sama lengkapnya seperti di aplikasinya sendiri. Koleksi film yang disediakan seperti film Indonesia, film Hollywood, Premium Channels, Multichannel, bahkan ada juga konten untuk anak-anak.

President Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari solusi untuk mempermudah pengguna agar tidak banyak berpindah-pindah aplikasi. Cukup dalam satu aplikasi saja pengguna bisa melakukan pemesanan transportasi, makanan, bahkan sambil menonton video.

“Orang itu penggunaan terhadap aplikasi itu tidak terlalu banyak, mungkin mereka download, tapi kayak tertelan dalam smartphone. Paling banyak orang taruh aplikasi di layar utama 7 sampai 10 aplikasi. Jadi, ini adalah untuk memudahkan orang untuk lari lagi ke aplikasi lain,” tutur Ridzki. (prf/krs)