Usaha Kudeta Bikin Internet di Negara Ini Sempat Mati

Libreville – Internet di penjuru negara Gabon sempat kolaps alias mati total. Hal itu rupanya dikarenakan adanya usaha kudeta di negara pesisir barat Afrika Tengah tersebut. Begini kisahnya.

Percobaan kudeta di Gabon ini kabarnya dipimpin oleh kelompok pemberontak yang menyebut dirinya Patriotic Movement of the Defense and Security Forces of Gabon. Usaha kudeta itu berujung pada dimatikannya akses internet oleh pemerintah Gabon.


Kudeta ini sendiri berlangsung pada hari Senin (7/1/2019) pukul 04:30 waktu setempat. Saat itu kelompok pemberontak mengambil alih kendali stasiun radio milik pemerintah. Pesan dari kelompok pemberontak tersebut tidak hanya disiarkan lewat radio, tapi juga lewat media sosial seperti YouTube.

Dilansir detikINET dari Gizmodo, Selasa (8/1/2019), matinya internet di Gabon awalnya dilaporkan oleh NetBlocks, organisasi hak digital non-pemerintah. Internet di Gabon dilaporkan padam pada pukul 07:00 waktu setempat.

Pemadaman ini terlihat merata di seluruh bagian Gabon, termasuk ibu kota Gabon, Libreville, dan kota kedua terbesar di Gabon, Port-Gentil. Pada pukul 11:00 waktu setempat, internet sempat pulih perlahan-lahan usai pemerintah menyebut telah menekan pergerakan pemberontak. Tapi beberapa saat kemudian internet padam lagi.

Kudeta ini dilakukan oleh kelompok pemberontak untuk menggoyang kekuasaan Presiden Ali Bongo yang dipilih untuk menjadi penerus ayahnya pada tahun 2016. Sejak bulan Oktober, Bongo berada di luar negeri setelah mengalami serangan stroke dan berobat ke Timur Tengah.

Saat memberikan pesan tahun baru dari Maroko, Bongo terlihat sulit berbicara dan tidak bisa menggunakan tangan kanannya. Kondisi ini yang kemudian mendorong munculnya usaha kudeta dari kelompok pemberontak.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah Gabon mematikan internet. Sesaat setelah Bongo diumumkan sebagai pemenang pemilihan umum pada tahun 2016, Gabon juga sempat mematikan internet usai proses pemilu yang diwarnai protes dan kekerasan.

(vim/krs)