Tangkal Kecurangan, Grab Mau Rekrut Banyak Ahli

Jakarta – Guna mengantisipasi kecurangan dan penipuan terkait layanannya, Grab akan menambah tim anti fraud regional. Perusahaan asal Singapura ini berencana menambah timnya dari 120 orang hingga berjumlah 200 orang pada akhir tahun ini.

Foo Wui Ngiap selaku head of trust, identity, safety, and information security Grab mengatakan pihaknya bakal merekrut banyak ahli teknologi termasuk ilmuwan data, analis risiko dan operasi, serta manajer produk.

“Penipuan menjadi perhatian karena Grab masuk ke platform play yang membutuhkan perlindungan yang lebih baik. Ketika kita memperbesar jejak kaki kita, ini membentuk dasar yang kuat bagi kita untuk menghindari kapal yang bocor,” katanya, seperti dikutip dari CNBCIndonesia, Senin (20/5/2019).

Langkah Grab ini dilakukan setelah 3 warga Singapura didakwa di pengadilan pada Rabu (15/5) karena tuduhan pembayaran penipuan yang melibatkan layanan GrabHitch. Mereka dikatakan telah melakukan lebih dari 300 transaksi dan menghasilkan lebih dari SGD 5.600.

Menurut keterangan polisi Singapura selama Februari hingga April 2019 Grab mendeteksi setidaknya 13 akun pengemudi dengan lebih dari 2.000 transaksi penipuan. Akibat kecurangan ini kerugian yang ditaksir lebih dari SGD 41.800.

Di beberapa pasar regional Grab mendeteksi adanya pasar gelap untuk akun pengemudi. Akun-akun tersebut dijual kepada pengemudi yang telah dilarang oleh Grab.

Salah satu modus kecurangan pengemudi adalah mengatur beberapa akun dan berpura-pura melakukan banyak perjalanan dalam bentuk tunai. Kecurangan ini agar penipu mendapatkan bonus dari hasil orderannya.

GPS palsu juga masih menjadi momok bagi Grab. Cara ini dilakukan untuk membuat pengemudi seolah-olah telah melakukan perjalanannya. Selain itu juga ada aplikasi Grab palsu yang diperoleh di luar toko aplikasi resmi. Selain itu ada juga yang menggunakan modus operandi membuka restoran palsu di layanan antar makanan.

(prf/krs)