Situs Lambat, Siap-siap Ranking di Google Turun

Jakarta – Setiap tahun, Google selalu memperkenalkan ranking factor baru untuk hasil pencariannya. Ranking factor ini digunakan untuk menilai suatu situs yang kemudian hasilnya digunakan untuk menentukan posisinya dalam hasil pencarian.

Saat ini, algoritma yang Google gunakan untuk mesin pencarinya menggunakan lebih dari 200 ranking factor. Tapi, ada beberapa faktor yang esensial, seperti kecepatan dan keamanan situs.

Webmaster Outreach Strategist Google Asia Pacific, Aldrich Christopher mengatakan, kecepatan situs penting untuk menjaga pengunjung situs agar tidak kabur.

“53% dari pengguna itu akan keluar dari situs yang memerlukan lebih dari 3 detik untuk dimuat. Jadi kalau sudah cari, masuk ke situs, 3 detik belum di-load langsung keluar saya tidak mau baca lagi,” kata Aldrich saat berbicara di SEO Conference 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Untuk itu, ia mengatakan penting bagi pemilik situs agar mengoptimalkan kecepatan situs mereka. Misalnya dengan memprioritaskan konten yang visible dan mengoptimalkan ukuran serta resolusi gambar yang ditampilkan.

Selain itu, untuk memudahkan pemilik situs, Google juga memiliki layanan PageSpeed Insights. Layanan ini akan merekomendasikan cara untuk mengoptimalkan kecepatan situs.

Tidak hanya kecepatan, privasi dan keamanan situs juga sangat penting. Apalagi saat ini Google telah mendorong situs untuk berpindah dari protokol HTTP menjadi HTTPS, dan menjadikan https sebagai ranking factor.

Situs yang telah memiliki sertifikat SSL dan mendukung HTTPS memang menjadi lebih aman dan dapat dipercaya karena telah dienkripsi. Sehingga, pengguna tidak perlu khawatir ketika memasukkan data pribadi mereka, seperti detail kartu kredit.

Untuk mendapatkan sertifikat SSL saat ini juga telah tersedia platform yang dapat memberikan sertifikat ini secara gratis.

“Ada platform yang memberikan sertifikat HTTPS secara gratis, otomatis dan dibuka secara open cerificate. Platform ini adalah Let’s Encrypt, jadi bisa langsung saja,” jelas Aldrich. (rns/fyk)