Siapa yang Pertama Sebut Startup Besar Sebagai Unicorn?

JakartaUnicorn adalah istilah yang saat ini cukup dikenal, merujuk pada startup dengan valuasi sedikitnya USD 1 miliar. Nah, siapa sebenarnya yang pertama kali melontarkan istilah startup unicorn?

Unicorn rupanya dipakai perdana dalam istilah dunia startup oleh Aileen Lee, seorang pemodal ventura, pada tahun 2013. Kala itu, Aileen menulis laporan tentang startup software yang berusia di bawah 10 tahun dan bernilai USD 1 miliar atau lebih.

Observasinya menemukan, startup semacam itu sangat langka. Dia pun ingin memberikan sebutan untuk mereka. Aileen awalnya mempertimbangkan nama seperti ‘home run’ atau ‘mega hit’. Tapi akhirnya, dia menemukan kata unicorn yang dianggapnya tepat.

“Aku mengambil kata unicorn dan itu tepat menggambarkan. Aku ingin menyampaikan soal kelangkaan,” kata Aileen yang dikutip detikINET dari Inc.

Langka, karena pada tahun 2013, hanya ada 39 perusahaan yang dianggap sebagai unicorn. Seiring waktu berjalan, makin banyak startup unicorn, dengan jumlah sekitar 119 pada tahun 2018.

Istilah unicorn yang dicetuskan Aileen ternyata kemudian digunakan secara luas. Saat ini, semua startup dengan nilai USD 1 miliar atau lebih dijuluki sebagai unicorn.

Di Indonesia, ada 4 startup yang sudah berstatus unicorn. Mereka adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka serta Bukalapak.

Unicorn sebenarnya adalah sebutan untuk hewan mistis legendaris yang menyerupai kuda dengan tanduk besar. Ia memang kadang digunakan sebagai simbol kelangkaan.

(fyk/krs)