Siapa yang Mau Digembleng Nadiem ‘Gojek’ & William ‘Tokopedia’?

Jakarta – Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi pendiri startup di fase early-stage. Selain membuktikan diri, mereka dihadapkan pada keputusan krusial yang bakal mempengaruhi model bisnis mereka kedepannya.

Menyadari kondisi itu, Sequoia India membuat sebuah program bernama Surge. Dijelaskan Shailendra J Singh, Manager Director at Sequoia India, Surge merupakan program peningkatan skala startup.

Program ini diciptakan untuk membantu para founder tumbuh dan berkembang. Membantu mereka membuat model bisnis yang tepat di awal dan mendapatkan pendanaan Series A secepatnya.


Program ini bakal ini meliputi:

Pendanaan
Surge akan menginvestasikan USD 1,5 juta pada setiap startup sebelum program dimulai. Dengan memastikan startup memiliki modal awal, founder dapat merekrut tim handal secepatnya, melakukan invetasi produk dan pertumbuhan, dan memuat kemajuan yang signifikan selama mengikuti Surge.

Komunitas
Setiap kelompok Surge akan memiliki 10-20 perusahaan di dalmnya. Akan ada dua kelompok per tahunnya. Diharapkan setiap pendiri akan menjadi pilar dukungan bagi orang lain dalam kelompok mereka.

Mentoring
Surge akan menghadirkan mentor yang siap menyisihkan waktu untuk berbagi dengan para pendiri startup. Mentor ini merupakan pendiri startup yang telah sukses serta sejumlah eksekutif teknologi. Dua nama mentor yang disebutkan ada CEO Go-Jek Group Nadiem Makarim dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Lintas Batas
Surge didesain dengan lima modul dan diselenggarakan di China, India, Silicon Valley dan Singapura. Sehingga memberikan eksposur langsung kepada para pendiri startup pada tren penting di pasar teknologi.

Dukungan Membangun Perusahaan
Selama lima bulan, pendiri startup akan berpartisipasi pada kurikulum AMP Sequoia, baik berupa workshop, sharing session dengan mentor, berkerja sama dengan para ahli di bidangnya. Semua itu untuk menyempurnakan ide-ide demi membangun bisnis mereka.

Surge terbuka untuk startup yang berada di India dan Asia Tenggara. Namun disyaratkan bagi perusahaan yang masih di early-stage, baik di bidang konsumer internet, media, software enterprise, healthcare, fintech dan lain-lain.

Gelombang pertama akan dimulai Maret ini. Informasi lebih lanjut soal program ini dapat mengakses situs resminya di sini. (afr/rns)