Riset UI: Go-Food Lebih Dipercaya UMKM

Jakarta – Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, Go-Jek kini menguasai 80% pangsa pasar online food delivery di Indonesia lewat layanan Go-Food. Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah pesanan yang tumbuh 7 kali lipat dalam 2 tahun terakhir.

Menurut riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), keberadaan Go-Food yang mendominasi pasar menunjukkan kepopulerannya baik di kalangan konsumen maupun mitranya. Riset tersebut menyebutkan 92% mitra bergabung bersama Go-Jek karena teknologi Go-Food.

“Brand awareness Go-Food yang telah terbangun dengan baik di mata pelanggan, membuat para UMKM semakin yakin usaha mereka bisa berkembang dengan Go-Food. Tidak hanya itu, aspek teknologi Go-Food yang dinilai lebih superior juga menambah keyakinan dan kepercayaan UMKM terhadap layanan pesan antar-makanan ini,” ungkap Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K. Walandouw, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4/2019).

Brand awareness Go-Food yang telah terbangun dengan baik di mata pelanggan, juga membuat para UMKM semakin yakin usaha mereka bisa berkembang dengan Go-Food.

“Tidak hanya itu, aspek teknologi Go-Food yang dinilai lebih superior juga menambah keyakinan dan kepercayaan UMKM terhadap layanan pesan antar-makanan ini,” ujar Paksi.

Menurut Paksi, kepercayaan ini tumbuh dari teknologi Go-Food yang dicap unggul oleh mitra merchant. 90% mitra bergabung ke Go-Food karena aplikator tersebut sudah ada lebih lama di Indonesia, lebih terpercaya serta lebih aman dibandingkan kompetitor.

Selain itu, aplikasi penyedia jasa pesan antar ini juga dinilai menguntungkan para mitra, terutama yang skala bisnisnya kecil dan menengah. Tercatat 93% mitra UMKM melaporkan peningkatan volume transaksinya setelah menggunakan aplikasi manajemen merchant Go-Food.

Berdasarkan riset tersebut, Chief Commercial Expansion Go-Jek Catherine Hindra Sutjahyo yakin kalau Go-Food tak hanya sukses di Indonesia melainkan juga di Asia Tenggara.

“Melihat kepercayaan mitra dan konsumen dalam memanfaatkan teknologi, kami yakin Go-Food tidak hanya dapat terus memimpin pasar Indonesia, tapi juga memperkuat posisinya di Asia Tenggara,” katanya.

Sebagai informasi, hasil dari riset LDUI tersebut dilakukan kepada 1.000 mitra UMKM Go-Food di 9 kota yakni Balikpapan, Bandung, Jabodetabek, Denpasar, Makassar, Medan, Palembang, Surabaya, Yogyakarta. Selain itu, hasil riset juga ditemukan bahwa mitra UMKM Go-Food turut berkontribusi sebesar Rp 18 triliun kepada perekonomian Indonesia.

(prf/krs)