Riset Januari 2019: WhatsApp Digilai Netizen Indonesia

Jakarta – Tercatat lebih dari separuh penduduk Indonesia bermain media sosial. Begitu laporan terbaru per Januari 2019 dari We Are social, perusahaan asal Inggris bekerja sama dengan Hootsuite.

Dari total populasi penduduk yang mencapai 268,2 juta tercatat ada 355,5 juta pelanggan seluler. Masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan internet menyentuh angka 150 juta. Dari angka tersebut, semuanya aktif di media sosial.

Bila dilihat dari pertumbuhannya sejak Januari tahun lalu, maka pelanggan seluler menurun 19% (83 juta pelanggan), pengguna internet tumbuh 13% (17 juta pengguna internet), dan yang aktif berselancar di media sosial pun tumbuh pesat sampai 15% atau tumbuh 20 juta pengguna.

Berbicara rata-rata waktu harian yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet dari perangkat apapun, tercatat angkanya sampai 8 jam 36 menit. Untuk media sosial, bisa hingga 3 jam 26 menit. Selain itu, rata-rata waktu harian untuk menonton streaming bisa 2 jam 52 menit, sedangkan untuk mendengarkan musik streaming rata-rata 1 jam 22 menit.

Detik.com jadi salah satu website terpopuler yang dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, dilihat dari trafik rata-rata per bulannya.

Lantas, media sosial apa saja yang dikunjungi oleh orang Indonesia ini?

We Are Social menyebutkan, YouTube jadi yang paling teratas yang persentasenya bisa 88% dari jumlah pengguna internet Indonesia. Diikuti oleh layanan di bawah naungan grup perusahaan besutan Mark Zuckerberg, yaitu WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Facebook Messenger.

Per Januari 2019, WhatsApp Paling Digilai Netizen IndonesiaFoto: We Are Social

Mirisnya, dari sejumlah media sosial teratas di atas ini, tak ada satupun yang merupakan hasil karya anak bangsa. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah sering mempromosikan keberadaan Sebangsa, Pesan Kita.

Sebenarnya ada BBM yang turut menjadi jejaring sosial yang digilai netizen Indonesia per Januari 2019. Tetapi dilihat dari asal mula kelahirannya, BBM dulunya layanan pesan instan bawaan dari ponsel BlackBerry asal Kanada.

Baru pertengahan tahun 2016, BlackBerry menjalin kesepakatan dengan PT Elang mahkota Teknologi (Emtek Group). Namun sejatinya, kesepakatan tersebut merupakan bentuk perjanjian lisensi peranti lunak dan hak kekayaan intelektual untuk layanan BBM. Jadi, bukan berarti kepemilikan hak ciptanya oleh Emtek Group.

Terkait pengguna media sosial, We Are Social mungkapkannya berdasarkan kombinasi dari advertising audiences dari Facebook, Instagram, dan Facebook Messenger. Usia 18 tahun – 34 tahun cukup mendominasi soal hal ini.

Per Januari 2019, WhatsApp Paling Digilai Netizen IndonesiaFoto: We Are Social

(agt/rns)