Pemerintah India Tuding WhatsApp Jahat, Kenapa?

New Delhi – Pemerintah India terus berusaha menekan WhatsApp dan induk perusahaannya, Facebook. Terkait maraknya pornografi dan kekerasan yang dipicu pesan melalui WhatsApp, pemerintah India mendesak WhatsApp lebih transparan.

Dikutip detikINET dari NDTV, mereka ingin mengawasi diskusi online yang berlangsung di WhatsApp, mungkin dengan mengakses pesan. Hal itu tidak disetujui oleh WhatsApp dan Facebook induknya, karena dinilai melanggar privasi.

“Selama 6 bulan, kami telah memberitahu mereka lebih transparan terkait platformnya, tapi apa yang mereka lakukan? Pedofil pun bisa berkeliaran di WhatsApp dengan sangat aman dan mereka takkan tertangkap. Hal ini sungguh jahat,” kata Gopalakrishnan S, pejabat senior di Kementeria Informasi India.

WhatsApp secara default dibekali penyandian end to end sehingga hanya pengirim dan penerima yang dapat mengakses pesan, bahkan pihak WhatsApp sendiri pun tidak bisa melakukannya. Maka untuk mengabulkan permintaan pemerintah India, harus ada perubahan drastis yang sulit dipenuhi.

“Hal itu tidak mungkin dilakukan saat ini karena adanya penyandian end to end yang kami sediakan dan itu akan membuat kami merancang ulang WhatsApp, berujung pada produk berbeda, tidak privat secara fundamental,” kata Carl Woog, juru bicara WhatsApp.

Tapi ia memastikan WhatsApp tidak menoleransi pelecehan anak dan memberangus ratusan ribu akun semacam itu. “Kami mencekal user dari WhatsApp jika kami kami tahu mereka membagi konten yang mengeksploitasi dan membahayakan anak,” tambah dia.

Apapun argumen WhatsApp, perdebatan mereka dengan pemerintah India agaknya akan berlangsung sengit. Gopal menyatakan takkan mengistimewakan WhatsApp.

“Jika perusahaan telekomunikasi seperti Airtel, Jio dan BSNL dimandatkan untuk menyimpan rekaman percakapan, kenapa WhatsApp harus diatur berbeda? Kami tidak peduli dengan pesan selamat pagi atau soal perceraian, kami hanya ingin dapat melacak pesan untuk mencegah atau mendeteksi kejahatan.” papar Gopal. (fyk/krs)