Para Pelaku Startup Bagi Tips Sukses Bikin Edutech

Jakarta – Pendidikan digital atau edutech digadang-gadang menjadi salah satu bidang startup yang akan melejit. Hal ini juga di antaranya didorong oleh semakin banyaknya pengguna platform seperti Instagram atau YouTube, yang mampu menyajikan konten visual kreatif.

Lalu bagaimana sebetulnya peluang edutech dari pandangan pelaku startup? Managing Partner Red Asia Inc, Damon Hakim mengatakan potensi edutech sebagai startup di Indonesia akan semakin baik ketika kontennya bagus.

“Saat Anda memasukkan edu dan tech, tech-nya di mana? Contoh kalau saya offline belajarnya butuh 60 hari, tapi kalau online saya belajarnya bisa personalize dan lebih cepet dari 60 hari. itu karena bantuan tech-nya,” ujar Damon dalam acara Thinkubator, Kamis (28/3/2019).

Pada kesempatan yang sama, Founder Men’s Republic, Yasa Singgih menceritakan kisah rekannya yang sukses di bidang edutech. Dari kisah temannya itu menurutnya salah satu yang penting, termasuk untuk edutech ini adalah kemampuan dalam hal marketing.

“Kadang kita ga butuh investor atau duit, tapi kita asal tahu bagaimana mengiklankan produk kita saja,” ujar Yasa.

Ia bahkan menyebut rekanya itu tidak memiliki banyak kemampuan, hanya saja pintar dari sisi marketing. Mulai dari mencari rekan lainnya dengan kemampuan tertentu, kemudian mengajaknya membuat konten di Instagram maupun YouTube.

“Teman saya punya layanan online course yang satu coursenya dihargai Rp 700 ribu dan pesertanya 15 ribu orang. Itu dia tidak punya investor. Profitnya 80% bersih. Itu karena dia jago di ads, Instagram ads dan Facebook ads,” paparnya.

Terlepas dari faktor-faktor tersebut, beberapa waktu lalu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menjominfo), Rudiantara pun pernah mengatakan bahwa salah satu startup yang berpotensi cukup baik adalah dalam bidang edutech. Startup lainnya adalah healt tech dan lifestyle.

(fyk/krs)