Momo Challenge Marak Lagi via WhatsApp, Polisi Beri Peringatan

London – ‘Momo challenge’ kembali marak di Inggris sehingga polisi memberi peringatan. Selain tantangan itu mendorong anak-anak melukai diri sendiri, ada hal lain yang membuat aparat turun tangan.

Momo, sosok mengerikan itu, digunakan pihak tak bertanggungjawab memicu anak-anak melukai diri atau bahkan bunuh diri. ‘Permainan’ ini meminta peserta menghubungi sosok Momo melalui WhatsApp untuk mendapat serangkaian tantangan berbahaya yang harus dilakukan.

Selain tak bak secara psikologis, polisi menyatakan tantangan Momo ditujukan untuk mencuri informasi pribadi. “Momo dijalankan oleh hacker yang mencari informasi pribadi,” kata kepolisian Irlandia Utara, salah satu bagian Inggris Raya yang dikutip detikINET dari Independent.

Menurut polisi, salah satu metode yang dilakukan adalah mengirim rekaman suara agar anak-anak mengambil pisau dan diletakkan di leher mereka. “Yang lainnya mengancam keluarganya jika sang anak tak melakukan tantangan tersebut,” kata polisi.

Anak-anak menerima begitu saja kontak asing, mungkin karena tekanan teman sebaya. Kontak tak dikenal di WhatsApp selalu punya potensi bahaya, bahkan meski tak terkait Momo. Apalagi jika targetnya anak-anak.

“Menambahkan seseorang di WhatsApp tampaknya tidak berbahaya atau bahkan fun, tapi nantinya bisa merusak, terutama jika koneksi baru ini meminta melakukan hal-hal yang terasa tidak nyaman,” sebut Jake Moore, pakar keamanan siber dari ESET.

“Terkadang sangat menantang bagi orang tua untuk tetap mengikuti zaman digital yang bergerak cepat, namun komunikasi masih memainkan peranan penting dalam mengajarkan anak-anak tentan risiko yang nyata dari internet,” tambah dia.

Polisi pun meminta orang tua memastikan apa yang diakses anak mereka secara online, memberi pemahaman bahwa mereka tak boleh memberi informasi pribadi ke sembarang orang, menolak melakukan hal-hal yang tak mereka inginkan sampai menginstal parental control.

(fyk/krs)