Miris, Mantan Tentara Hidup dari Mengais Sampah Mark Zuckerberg

San Francisco – Seorang mantan tentara mencari nafkah dengan mengais sampah rumah pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Sebuah gambaran kesenjangan besar yang terjadi di kota San Francisco, antara yang kaya raya dan miskin papa.

Jake Orta, demikian nama sang mantan tentara yang usianya 56 tahun. Diliput oleh New York Times dan dikutip detikINET, Orta tinggal di apartemen mungil yang disubsidi pemerintah. Rumahnya itu hanya berjarak 3 blok dari mansion Zuck yang harganya USD 10 juta.

Banyak barang bekas yang ia ambil dari tong sampah rumah Zuck dan para tetangganya di lingkungan elit, dijual atau disimpan oleh Orta. Saat ditemui New York Times, ada vacuum cleaner, hair dryer, mesin kopi, sampai kaos yang dibuang Zuck.

Orta mengatakan tujuannya mendapat uang antara USD 30 sampai USD 40 per hari dari hasil menjual sampah yang masih berharga. Untuk ukuran biaya hidup di Amerika Serikat, jumlah itu begitu kecil.

“Apa yang dibuang orang membuatku heran. Kalian tak bakal tahu apa yang akan kalian temukan,” sebut Orta. Jika sedang beruntung, ia akan menemukan sampah berharga semacam jaket baru atau sepatu Nike yang masih bagus. Pernah pula ada yang membuang perkakas makan mahal.

Orta adalah bagian dari ‘ekonomi bawah tanah’ yang menggantungkan hidup dari sampah di rumah-rumah orang kaya San Francisco, sebuah kota yang kesenjangan sosialnya bisa terlihat dari kenyataan bahwa orang semiskin Orta bisa tinggal begitu dekat dengan Zuck.

Sangat banyak orang kaya di San Francisco, kota yang terkenal sebagai pusat teknologi tinggi di Silicon Valley. Tapi harga-harga membumbung tinggi sehingga kemiskinan pun tak jarang dijumpai di sana.

Halaman Selanjutnya: Pernah Menemukan iPad (fyk/krs)