Menkominfo Uji Frekuensi Khusus Kebencanaan di Pangandaran

Pangandaran – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melakukan pengujian penggunaan frekuensi khusus informasi kebencanaan 700 MHz, Selasa (9/4/2019). Digelar di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pengujian dilakukan bersama pemangku kebijakan kebencanaan serta vendor penyedia peralatan teknologi informasi.

Di dunia, menurut Rudiantara, frekuensi pita 700 MHz dikenal sebagai deviden digital karena potensinya yang besar baik untuk ekonomi maupun sosial. Rentang frekuensi tersebut sangat ideal untuk komunikasi karena sifatnya sebagai frekuensi rendah.

Masih menurut Rudiantara, di Indonesia saat ini frekuensi 700 MHz dialokasikan untuk saluran televisi analog. Meskipun belum ada payung hukum secara khusus saat ini pihaknya terus mendorong rencana perubahan pemanfaatan frekuensi tersebut, termasuk melakukan uji coba yang petama kali di Kabupaten Pangandaran.

“Soal legaliasi harus dibenahi, harus ada revisi UU Penyiaran. Tapi kita tidak harus menunggu UU itu ada karena frekuensi 700 MHz yang sekarang untuk TV analog, kenyataannya tidak di seluruh Indonesia untuk TV analog,” kata Rudiantara.

Dipilihnya Kabupaten Pangandaran sebagai tempat uji coba, imbuhnya, didasarkan pada dua pertimbangan. Pertama di area tersebut frekuensi 700 MHz tak banyak digunakan tv analog. Kedua Kabupaten Pangandaran adalah salah satu daerah rawan bencana alam.

Terkait dengan teknis informasi kebencanaan, Rudiantara menjelaskan bahwa hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada otoritas di bidang kebencanaan seperti BMKG, BNPB dan Basarnas. Sedangkan Kominfo akan fokus pada upaya penyediaan frekuensi.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya unsur-unsur BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Sementara dari pihak vendor perangkat informasi hadir Nokia, Motorola, Huawei, Hytera, dan Inti.

(krs/krs)