Mengenal Startup & Melihat Potensinya di Indonesia

Jakarta – Belakangan ini banyak anak muda di Indonesia bermimpi mendirikan startup. Apa sebenarnya startup dan bagaimana potensinya?

Mengacu pada lama Wikipedia, startup merupakan perusahaan rintisan atau yang belum lama beroperasi. Perusahan ini pada fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Pertumbuhan startup digital tiap tahunnya terus meningkat, tidak terkecuali di Indonesia. Negara kita bahkan tercatat berada di urutan keempat dalam jumlah startup. Amerika berada pada urutan pertama sekitar 28 ribu, India, 4.700, Inggris 3.000 dan Indonesia sekitar 1.720 startup.

Semua itu berkat penetrasi internet di Tanah Air yang terus meluas, sehingga menyebabkan potensi industri digital juga semakin meningkat. Berdasarkan data dari We Are Social, ada 150 juta pengguna internet di Indonesia dari total populasi 268,2 juta jiwa pada awal tahun 2019.

Selain itu, banyak startup digital yang sukses dan memberikan dampak positif dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Indonesia. Misalnya, kehadiran ojek modern (online) di Indonesia yang menghubungkan antara tukang ojek dan penumpang.

Waktu yang Tepat

Bagi kamu yang punya rencana mendirikan startup, inilah saat yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Ini alasannya.

Menurut Head of Strategy & Insights Google Southeast Asia Samuele Saini, pertumbuhan ekonomi digital yang begitu tinggi di Asia Tenggara membuat para investor menanamkan banyak dana investasi di kawasan ini. Dalam kurun waktu tiga tahun saja dana segar yang dikucurkan meningkat tajam.

Hasil riset pihaknya, yang bertajuk e-Conomy SEA 2018: Southeast Asia’s Internet Economy Reachers an Inflection Point, menunjukkan pada tahun 2015 dana investasi ke perusahaan digital di Asia Tenggara hanya sebesar USD 1,1 miliar. Hanya kurun setahun meningkat menjadi USD 4,7 miliar. Dan pada 2017 jumlahnya melonjak menjadi USD 9,1 miliar.

“Tahun ini mencatat rekor lagi. Baru semester pertama saja sudah meningkat 2,5 kali dari tahun sebelumnya. Dari USD 3,6 miliar menjadi USD 9,1 miliar. Bila dihitung sejak 2015 sudah mencapai USD 25 miliar dana investasi yang masuk ke Asia Tenggara,” ujar Samuele saat ditemui di kantor Google Indonesia beberapa waktu lalu.

Dana investasi yang masuk paling banyak tersalur ke Unicorn di Asia Tenggara. Mereka adalah Bukalapak, Lazada, Go-Jek, Razer. Grab, Sea, Tokopedia, Traveloka, dan VNG.

“Ini menjadikan Grab sebagai perusahaan decacorn pertama di Asia Tenggara dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar,” kata pria berdarah Italia itu.

Diungkapnya lebih lanjut, dana investor paling banyak dikucurkan ke perusahaan digital di Singapura. Jumlahnya mencapai USD 16 miliar sejak 2016. Kedua adalah Indonesia, dengan dana yang dikucurkan mencapai USD 6 miliar, terdiri atas: USD 1,2 miliar pada 2016, USD 3 miliar pada 2017, dan USD 1,8 di semester pertama 2018.

Google turut mencatat peningkatan kesepakatan yang ditandatangani di Indonesia. Pada 2016 ada 166 kesepakatan, 2017 ada 183 kesepakatan sedangkan semester pertama 2018 sudah ada 154 kesepakatan.

“Total lebih dari 500 kesepakatan, di mana rata-rata nilainya USD 5 juta per kesepakatan,” kata Samuele. “Melihat banyak investasi yang masuk, inilah saat yang tepat untuk mendirikan startup.”

Thinkubator

Nah bagi kamu yang baru saja mendirikan startup dan ingin mengembangkannya jangan lewatkan Thinkubator. Ajang ini siap menjaring potensi digital dalam negeri lewat proses bimbingan dan sharing ilmu dari ahli di bidangnya. Mereka juga akan mendapatkan akses permodalan dari investor senilai Rp 3 miliar.

Thinkubator mencari 150 startup dari penjuru Indonesia. Sebanyak 6 startup terpilih akan diundang di Conference Event pada 28 Maret 2019 sekaligus untuk memperluas network dan merasakan pengalaman Idea Pitching langsung dengan pengusaha dan expert pada Live Pitch yang akan digelar pada 29 Maret 2019.

Kriteria startup yang mengikuti ajang ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18-35 tahun. Peserta dapat merupakan profesional atau pelajar yang tidak terafiliasi dengan kompetisi dan perusahaan sejenis terdiri dari individu atau tim yang beranggotakan minimal 2 orang. Selain itu startup yang didaftarkan belum memiliki investor dan belum pernah memenangkan kompetisi sejenis.

Startup yang didaftarkan dapat memilih salah satu tema dari 4 kategori yakni kesehatan, edukasi, lingkungan/agrikultur, dan transportasi/logistik.

Pendaftaran dibuka dari 5-19 Maret 2019. Adapun screening online akan dilakukan pada 19 Maret 2019 dan 6 finalis akan diumumkan pada 28 Maret 2019 untuk melaju ke fase Live Pitch di 29 Maret 2019.

Segera daftarkan startup-mu di Thinkubator! Informasi pendaftarannya bisa dilihat di sini. (afr/fyk)