Masukan Juri Thinkubator untuk Masa Depan Startup Indonesia

Jakarta – Perkembangan startup di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terbilang cukup pesat. Salah satu indikasinya adalah ajang Thinkubator Startup Competition yang disambut antusias dan berhasil menjaring 1.169 pendaftar.

Tapi menurut dua juri Thinkubator, Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan Presiden PT KSEI Frederica Widyasari Dewi, masih banyak yang bisa ditingkatkan untuk perkembangan startup di Indonesia.

William misalnya, ia mengharapkan agar startup lokal bisa menghadirkan inovasi yang lebih canggih lagi dan membuat terobosan dalam advanced technology.

“Saya lebih berharap anak-anak muda Indonesia tidak takut untuk berkompetisi buatlah startup yang berbasis artificial intelligence, buatlah startup yang berbasis internet of things. Jadi leapfrog-lah, melompatlah,” kata William saat ditemui seusai Thinkubator Startup Competition di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Menurutnya, saat ini startup masih terpaku pada konsep menghadirkan produk dalam bentuk aplikasi atau situs. Padahal fase tersebut telah dilakukan oleh startup yang telah ada dalam 10 tahun terakhir.

Sedangkan Frederica, yang menjadi juri Thinkubator bersama William dan Chairul Tanjung selaku Chairman and Founder of CT Corp, lebih menekankan kepada ekosistem pendukung startup sendiri. Karena menurutnya percuma lahir banyak startup setiap tahunnya tanpa dukungan stakeholder terkait.

“Dan yang utama saya ingin mengajak semua pihak terutama pemerintah kita untuk membangun ekosistem yang baik. Untuk mendorong agar startup-startup ini berkembang dengan baik,” kata Frederica dalam kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan ekosistem ini bisa dalam berbagai hal, mulai dari kemudahan berbisnis, pendanaan yang lebih mudah hingga regulasinya. Frederika pun melihat contoh sukses startup di negara lain, yang menurutnya telah berhasil menyediakan ekosistem ini kepada startup.

“Jadi itu adalah ekosistem yang harus kita support, kita bantu agar entrepreneurship bisa berkembang di negara kita. Karena kalau kita lihat negara-negara yang sukses entrepreneurship-nya itu mereka didukung dengan ekosistem yang baik,” pungkasnya.

(vim/krs)