Masih Garap Mesin Pencari untuk China, Google?

JakartaGoogle mengaku sudah menyetop proyek Dragonfly yang merupakan mesin pencari khusus China yang sempat mereka kerjakan. Namun karyawannya tak percaya pernyataan tersebut.

Dilansir The Intercept, Selasa (5/3/2019), CEO Google Sundar Pichai sudah menyatakan ke pemerintah AS kalau Google tak berencana meluncurkan mesin pencari yang disensor tersebut saat ini.

Namun sejumlah karyawan Google tak puas dan tetap curiga mengenai pernyataan tersebut. Pasalnya mereka menemukan bukti internal yang menyatakan pengembangan proyek tersebut saat ini masih dilanjutkan.


Sejumlah karyawan Google itu menemukan adanya 500 perubahan pada kode-kode terkait proyek Dragonfly pada Desember 2018 lalu. Sementara pada Januari 2019, mereka masih menemukan adanya 400 perubahan pada barisan kode tersebut, yang mengindikasikan kalau masih ada yang melanjutkan proyek tersebut.

Mereka pun menginvestigasi rencana anggaran Google dan melihat ada sekitar 100 pekerja yang masih tergabung di bawah anggaran yang terkait dengan Project Dragonfly.

Pihak Google sendiri bersikukuh menepis tudingan tersebut. Menurut mereka, spekulasi yang dituduhkan itu sangat tidak akurat dan tak ada pekerjaan di proyek Dragonfly yang masih berlanjut.

“Seperti yang sudah kami katakan selama beberapa bulan ini, kami tak berencana untuk meluncurkan Search di China dan tak ada pekerjaan yang dilakukan di proyek tersebut. Anggota tim (proyek itu) sudah dipindahkan ke proyek baru,” tulis Google dalam pernyataannya.

Sekadar informasi, proyek mesin pencari Dragonfly itu adalah sebuah mesin pencari layaknya Google Search namun dengan penyensoran terhadap beberapa topik yang dilarang oleh pemerintah China.

Google sendiri saat ini masih diblokir di China, dan Dragonfly, awalnya, diharapkan adalah jalan bagi Google untuk kembali bisa beroperasi di Negeri Tirai Bambu tersebut. China menjadi daya tarik bagi banyak perusahaan, termasuk Google, karena jumlah penduduknya yang sangat banyak.

(asj/krs)