Mark Zuckerberg Minta Tolong Facebook Diatur

Jakarta – Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg meminta pemerintah untuk memperjelas regulasi internet yang akan bermanfaat misalnya dalam rangka mengatur Facebook.

Dalam editorial yang ia tulis dan diterbitkan oleh The Washington Post, Zuck mengatakan bahwa perusahaannya membutuhkan panduan untuk isu seperti melindungi data pengguna dan mengatasi disinformasi di platform mereka.

“Pembuat kebijakan kadang mengatakan kepada saya kita memiliki terlalu banyak kekuasaan terhadap berpendapat dan terus terang saya setuju,” tulis Zuck seperti dikutip dari CNET, Senin (1/4/2019).

“Kami membutuhkan peran yang lebih aktif untuk pemerintah dan regulator,” sambungnya.

Zuck pun telah memiliki empat area utama yang ia rasa membutuhkan regulasi baru, yaitu konten berbahaya, integritas pemilu, privasi dan portabilitas data. Yang mengejutkan adalah Zuck memaparkan apa yang butuh dilakukan di masing-masing area secara spesifik.

Untuk mengatasi konten berbahaya, Zuck mengusulkan dibuatnya kelompok khusus yang dapat menerapkan panduan dan memastikan panduan tersebut dipenuhi oleh perusahaan. Ia juga meminta perusahaan untuk menerbitkan laporan transparansi setiap kuartal.

Melindungi integritas pemilu pun membutuhkan panduan. Zuck menyebut bahwa hukum tenang iklan politik online masih belum cukup karena fokus kepada kandidat dan kampanye, tapi tidak untuk isu-isu sensitif yang sering dieksploitasi untuk memecah belah.

“Menentukan apakah sebuah iklan bersifat politis tidak semudah itu. Sistem kami akan lebih efektif jika regulasi menciptakan standar umum untuk memverifikasi para aktor politik,” tulis Zuck.

Perlindungan terhadap data pengguna juga harus diatur menggunakan kerangka yang lebih global. Menurut Zuck, aturan yang tidak terbatas hanya di satu negara atau satu wilayah akan memastikan bahwa setiap orang bisa mendapatkan perlindungan yang sama.

Regulasi tersebut juga harus memberikan pengguna opsi untuk memilih bagaimana informasi dan data yang mereka miliki dapat digunakan.

Untuk mengatur portabilitas data, Zuck menyarankan agar pengguna dapat memindahkan data mereka dari satu layanan ke layanan lain. Hal ini disebutnya dapat memberikan pengguna pilihan dan mendorong pengembang untuk berinovasi dan berkompetisi.

“Tetapi, ini membutuhkan aturan yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab untuk melindungi informasi ketika berpindah antar layanan,” pungkasnya. (vim/fyk)