Marak Ujaran Kebencian, Kepala BSSN: Masalah Etika

Jakarta – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian berpendapat bahwa pemerintah tak perlu mengatur terlalu spesifik mengenai ujaran kebencian yang marak di media sosial (medsos).

Sebab, dikatakan Hinsa, persoalan ujaran kebencian tersebut merupakan masalah etika yang sebenarnya sudah diajarkan sejak kecil.

“Kita sejak kecil sudah diajar tata krama, diajar sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Kita harap di dunia siber yang tidak saling terlihat (secara fisik-red), mudah-mudahan sistem pendidikan kita kedepannya, peranan orang tua itu sangat besar mencegah seperti itu,” tutur Hinsa di kantor BSSN, Jakarta.

“Masa urusan begitu juga harus pemerintah (yang urus), yang maki-maki itu kan masalah etika, sopan santun,” sambungnya.

Dengan pendekatan etika, Hinsa yang belum lama ini menjabat Kepala BSSN menggantikan Djoko Setiadi, menyakini dapat mencegah adanya ujaran kebencian di platform jejaring sosial.

Pada kesempatan ini Hinsa turut berharap, seraya mengimbau, para buzzer di media sosial tidak turut memperkeruh situasi yang terjadi di dunia nyata karena imbas dari dunia maya.

“Kita imbaulah. Tindakan atau kegiatan (menyebarkan ujaran kebencian-red) itu hentikan, tidak ada gunanya,” pungkasnya.

(agt/krs)