Kormo, Aplikasi untuk Bantu Anak Muda Cari Pekerjaan Informal

Jakarta – Kebutuhan generasi muda untuk mendapat informasi pencarian kerja sektor tenaga informal coba dijawab oleh Google Area 120 lewat sebuah aplikasi yang juga sudah hadir di Indonesia.

Kormo, demikian nama aplikasi yang awalnya diluncurkan di Dhaka, Bangladesh, tersebut. Namanya berarti “bekerja” dan aplikasi yang ditujukan buat negara-negara berkembang itu kini sudah resmi hadir di Indonesia.

Indonesia dipilih karena bagian sektor tenaga kerja informal menjadi kontributor utama di Tanah Air, dengan menyumbang angka 58% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Jumlahnya pun mencapai 70,5 juta, artinya tenaga kerja ini lebih banyak dari pekerja di sektor formal.

Di sisi lain, menurut Bickey Russell, Founder & Lead Kormo, tingginya angka tersebut generasi muda tetap mengalami kesulitan mendapat informasi pekerjaan yang valid. Hal yang serupa ia temui di Bangladesh.

Hal inilah yang melatarbelakangi dan menjadi tantangan bagi Bickey untuk menghadirkan solusi melalui smartphone, lewat aplikasi Kormo yang fokus untuk bisa menjadi media penghubung antara pelamar dengan penyedia pekerjaan.

“Saat ini semua sudah serba smartphone, kini pengguna bisa melamar kerja lewat smartphone hanya dalam waktu beberapa menit saja tanpa harus pergi-pergi. Kormo pun hadir untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut,” dalam acara peluncuran Kormo di Menara by Kibar, Cikini, Jakarta Pusat.

Kormo sudah tersedia di aplikasi Android dan pengguna pun dibebaskan biaya. Aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan, meski demikian Bickey ingin Kormo lebih dari sekadar platform bagi pencari kerja di sektor informal.

Apa Bedanya dengan Situs Pekerja Lain?

Kormo menawarkan fitur-fitur menarik yang berbeda dengan situs serupa, seperti adanya pemberian rating serta Algoritma Kormo juga bisa memberikan rekomendasi pekerjaan kepada pengguna berdasarkan pengalaman dan minat kerja mereka yang dinginkan.

Selain itu pengguna Kormo juga diberikan modul belajar untuk mereka mengembangkan keterampilan kerja yang penting bagi perusahaan seperti komunikasi dan persiapan wawancara.

“Hal unik dari Kormo adalah aplikasi ini juga berusaha membantu para pencari kerja untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui fitur ‘Belajar’, di mana Kormo menyediakan modul pembelajaran dalam bentuk video dan artikel,” tambahnya.

kormokormo Foto: Kormo

Pengguna juga akan diberikan fitur transparansi di mana bisa mengetahui apakah lamaran tersebut benar sudah dikirim atau belum, lalu diberikan juga notifikasi jika ada jadwal interview.

Ditambahkan Bickey, selain untuk pelamar aplikasi ini membantu pengusaha dapat melihat rating pelamar di bagian halaman profil si pelamar, mereka bisa mengidentifikasi apakah pelamar tersebut bertanggung jawab atau tidak.

Misalnya, pelamar ini secara konsisten tidak menghadiri proses wawancara maka akan diberikan rating rendah. Adanya fitur rating ini diharap bikin pelamar kerja jadi lebih bertanggung jawab dan pengusaha juga bisa memilah-milah pelamar dari rating tersebut.

(jsn/krs)