Kisah Berpuasa di Negeri Orang Saat Hajatan Google

Mountain View – Hajatan Google I/O 2019 bertepatan dengan bulan Ramadan. Ini memberi nuansa tersendiri bagi peserta muslim yang menghadiri ajang tersebut.

Google I/O diselenggarakan di markasnya Google di Shoreline Amphitheater, Mountain View, Amerika Serikat. Yang namanya negeri orang, apalagi yang mayoritasnya bukan muslim, tentu beda dengan, katakanlah, di Indonesia.

Hal itu pun salah satunya dirasakan oleh developer mahasiswa asal Indonesia bernama Muhammad Isfhani Ghiath. Ia datang ke Google I/O sebagai perwakilan Developers School Clubs (DSC) Lead STT Terpadu Nurul Fikri.

“Saat mendarat di Amerika Serikat itu belum puasa, itu masih beradaptasi lingkungan. Di hari keduanya (awal Ramadhan-red) saya coba puasa sampai sekarang (di hari ketiga Google I/O), saya coba menikmatinya,” tuturnya.

Sebagai gambaran, salah satu yang harus dilewati muslim yang berpuasa di wilayah hajatan besar Google itu adalah waktu siang yang panjang. Bisa sampai 15 jam. Suhu pagi hari bisa sampai 14 derajat, belum lagi hembusan anginnya.

“Itu pertama kali sempet sakit, kemarin mimisan tapi coba survive untuk terus enjoy sambil berpuasa tanpa halangan,” ungkap Isfhani.

Pun demikian, ia menuturkan betapa orang yang ditemuinya tetap menaruh rasa hormat ketika tahu dirinya berpuasa. Toleransi pun tak cuma untuk urusan puasa, melainkan juga untuk perkara salat.

“Kalau ada nawarin makan, saya bilang sedang puasa dan akan menyimpan makanan ini di tas untuk buka nanti. Mereka sampai bilang maaf,” ucapnya.

“Mereka menghormati (orang berpuasa) dan menghargai ibadah salat juga ada yang menjaga. Di sini ada quiet room, salat di sana, meski di sana kadang ada yang tidur juga,” tuturnya.

(agt/krs)