Jepang Segera Pamer Medali Olimpiade 2020 dari Sampah Elektronik

Jakarta – Pada November 2017 silam, Jepang mencanangkan program Tokyo 2020 Medal Project yang tujuannya membuat medali olimpiade 2020 dari sampah elektronik. Lantas, bagaimana perkembangannya setelah setahun lebih berlalu?

Komite Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 mengumumkan pihaknya akan mencapai target dalam membuat medali menggunakan perangkat elektronik tak terpakai. Mereka menyebut ada dukungan besar dari masyarakat dan perusahaan di Jepang serta para atlet, baik nasional maupun internasional.

Dari situ, komite tersebut menyebut bahwa sudah ada 47.488 ton dari sampah elektronik yang terkumpul. Termasuk di dalam angka tersebut adalah lebih dari lima juta ponsel tak terpakai di toko NTT Docomo, perusahaan telekomunikasi asal Negeri Sakura.


Capaian itu sendiri sudah jauh melebihi target dari sampah elektronik yang harus dikumpulkan. Pada akhir 2017, mereka mengatakan bakal mempersiapkan 8 ton untuk menghasilkan material emas, perak, dan perunggu yang dibutuhkan dalam membuat medali olimpiade dan paralimpiade

Lebih lanjut, komite tersebut mengatakan bahwa 2.700 kilogram tembaga yang dicanangkan untuk bisa dikumpulkan sudah tercapai pada Juni lalu. Sedangkan 93,7% dari 30,3 kilogram dan 85,4% dari 4.100 kilogram perak sudah tercapai pada Oktober 2018.

Material emas dan perak yang diperlukan memang belum mencapai target. Meski demikian, komite terkait mengatakan bahan-bahan yang dibutuhkan akan tercapai jumlahnya sesuai dengan target yang ditentukan.

Program Tokyo 2020 Medal Project ini akan berakhir pada 31 Maret mendatang. Menyusul kemudian adalah peluncuran desain medali dari sampah elektronik tersebut untuk olimpiade dan paralimpiade pada musim panas nanti, sebagaimana detikINET kutip dari The Verge, Minggu (10/2/2019). (mon/mon)