Grab Bantu Bambang Bangkit dari Kebangkrutan dan Kuliahkan Anak

Jakarta – Usianya sudah lebih dari setengah abad, tapi semangatnya masih bergelora demi menafkahi keluarga. Bambang Prasetyo (54) adalah driver GrabCar di Surabaya yang punya kisah inspiratif. Ia bangkit dari keterpurukan setelah rugi miliaran rupiah akibat usahanya bangkrut.

Bambang bercerita, dulu ia memiliki usaha percetakan yang sudah dirintis selama 25 tahun. Tapi usahanya itu kandas pada 2014 lalu dan mengakibatkan kerugian besar.

“Saya melakukan ekspansi usaha lagi, kemudian saya salah perhitungan dan bahkan saya ditipu orang yang nilainya nggak sedikit, besar sekali. Ya sampai M (miliaran),” kata Bambang menceritakan masa lalunya, di Surabaya.

Akibat kebangkrutan itu Bambang menjual semua aset usahanya untuk menggaji karyawan. “Saya sendiri malah yang nggak punya,” katanya.

Setelah kebangkrutannya itu, ia mencoba bangkit kembali. Tapi belum ada yang bisa mengangkat perekonomian keluarganya saat itu. Pernah juga ia berbisnis dengan sahabatnya walaupun akhirnya kandas juga.

“Jadi saya pikir-pikir peluang apalagi yang bisa saya dapatkan karena anak saya itu yang pertama itu kuliah di IPB. Kebetulan sekali anak saya itu punya prestasi sehingga saat semester 6 itu langsung S2. Sehingga saya merasa ini saya harus lebih bergerak, lebih banyak menghasilkan uang,” kata dia.

Pada 23 Juli 2018, ia pun mencoba peruntungan sebagai driver GrabCar. Dari situ ia mulai merasa ada perubahan dalam hidupnya. Kuliah sang anak yang sedang S2 bisa dilewati hingga lulus, bahkan kini sudah menjadi PNS di sebuah kementerian. Lalu ia juga bisa menguliahkan anak keduanya. Sementara anak bungsunya kini di tingkat SMA.

“Di Grab inilah saya merasa, saya mendapatkan penghasilan yang sebelumnya saya dapat itu setelah saya harus ngutangin dulu. Bisa minggu, bisa bulan, apalagi proyek itu gede, itu 3 bulan baru cair. Sementara di Grab ini ya hari ini kita dapet ya hari ini masuk. Cash, nggak ada istilah ngutang. Itulah yang membuat saya nyaman. Ini pas rasanya,” papar Bambang.

Dalam sehari Bambang bisa mendapatkan orderan maksimal 22 trip. Paling sedikit ia menerima 13 orderan. Aktivitasnya selalu dimulai sejak subuh. Tapi sebelum berangkat ada ‘ritual’ khusus yang dia lakukan.

“Setelah salat subuh itu saya nyalakan aplikasi, saya baca dulu semua notifikasi dari Grab. Itu adalah sebenarnya wajib dibaca oleh mitra karena itu merupakan edukasi,” katanya.

Menurut Bambang, Grab biasanya memberikan pesan edukasi kepada pengemudinya agar taat dan berdisiplin dalam berkendara, juga untuk keselamatan. Di samping itu memberikan tips pelayanan kepada pelanggan.

Sebagai informasi Bambang adalah salah satu top driver GrabCar di Surabaya yang memiliki penilaian performance dan attitude terbaik di komunitasnya.

(mul/ega)