Facebook & Instagram Lebih Galak Perangi Produsen ‘Like’ Palsu

Jakarta – Dalam postingan terbarunya di halaman Newsroom, Facebook mengumumkan bahwa perusahaannya dan Instagram telah mengajukan tuntutan melawan produsen like dan follower palsu.

Bukan rahasia lagi jika follower dan like menjadi ‘kebutuhan’ para influencer, brand dan selebgram. Di antara mereka, ada yang tidak mau repot dengan mencari cara instant, yakni dengan membeli follower dan like dan menciptakan interaksi palsu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Facebook dan Instagram menyadari kondisi seperti ini tidak sehat. Instagram sebelumnya sudah melawan dengan menuntut perusahaan bernama Like Social dan situs sejenis lainnya yang berada di balik kecurangan tersebut.

“Dengan mengajukan gugatan ini, kami mengirimkan pesan bahwa aktivitas penipuan semacam ini tidak ditoleransi di platform kami. Kami akan bertindak untuk melindungi integritas platform kami,” kata Jessica Romero, Director of Platform Enforcement and Litigation Facebook, seperti dikutip dari Newsroom Facebook, Senin (29/4/2019).

Berdasarkan apa yang tertera di berkas gugatan yang diajukan Facebook, raksasa jejaring menyebutkan bahwa para ‘produsen’ like dan interaksi palsu itu bisa meraup jutaan dolar.

“Gugatan ini adalah langkah berikutnya dari proses kami yang terus berjalan untuk melindungi pengguna kami dan mencegah perilaku tidak otentik terjadi di Facebook dan Instagram,” tutup Jessica. (rns/fyk)