Deretan Hewan yang Pernah Dituduh Mata-mata Asing

Jakarta – Terdapat beberapa jenis hewan yang pernah dituding sebagai mata-mata asing. Ini beberapa kisahnya yang menarik seperti disarikan detikINET.

1. Kucing Pejabat Inggris

Tahun 2009, kucing milik Chancellor Inggris kala itu, George Osborne, mendadak hilang. Tidak ada yang tahu nasibnya sampai Osborne diangkat jadi Chancelloer of Exchequer yang berkantor tepat di samping Perdana Menteri Inggris di Downing Street.

Nah saat itulah, dia menerima kabar Freya telah ditemukan. Keluarga Osborne pun gembira menyambut kepulangannya. Namun ada yang aneh dari tingkah laku Freya. Dia suka berkeliaran ke lokasi paling sensitif di Downing Street.

Deretan Hewan yang Pernah Dituduh Mata-mata AsingFoto: istimewa

Beberapa pihak pun menduga Freya selama menghilang, telah dilatih jadi mata-mata oleh pihak tertentu. “Beberapa dari kami berpikir China melakukannya. Kucing itu bisa berada di mana saja. Maka dia bisa saja jadi alat sadap rahasia pemerintah,” ucap seorang sumber kepada Telegraph.

Entah tuduhan itu benar atau tidak, pastinya pada tahun 2014 Freya dipindahkan ke desa untuk diurus sebuah keluarga. Barangkali sebagai langkah pencegahan agar dia tidak jadi mata-mata lagi.

2. Burung Bangkai Israel

Pada tahun 2016, Seekor burung pemakan bangkai ditangkap karena dituding sebagai mata-mata Israel. Burung itu terbang melintasi wilayah perbatasan negara tetangga di Lebanon.

Warga yang menangkapnya di sebuah desa Lebanon curiga lantaran terdapat perangkat pemancar GPS pada ekor unggas tersebut. Lalu, pada kaki burung ada cincin logam berukir dengan tulisan Tel Aviv Univ Israel.

Deretan Hewan yang Pernah Dituduh Mata-mata AsingFoto: istimewa

Tapi ternyata tidak demikian. Otoritas Israel kemudian mengatakan ia adalah burung biasa. Burung dengan rentang sayap selebar 1,9 meter itu rupanya terbang dari Cagar Alam Gamla di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel dan melintasi wilayah Lebanon.

Pejabat perlindungan satwa Israel mengaku burung tersebut dibawa dari Spanyol dan dilepasliarkan di Cagar Alam Gamla. Universitas Tel Aviv membantu meneliti perilaku burung itu dengan memasang peranti pelacak pada ekornya. Setelah dianggap tak berbahaya, sang burung pun dibebaskan. (fyk/krs)