Christina Tan: Jelajahi Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera

Jakarta – Buat kalian yang suka dengan foto-foto landscape dan traveling, mungkin pernah menemukan bahkan ngelike postingan akun Instagram @sassychris1. Siapa dia? Perkenalkan, Christina Tan, fotografer asal Indonesia yang hobinya keliling dunia.

Jika melihat foto-foto Chris, demikian dia akrab disapa, dijamin kalian jadi ingin liburan, atau minimal jadi membayangkan tempat yang ada di foto. Ternyata memang ini yang diinginkan Chris.

“Aku pengen orang menikmati foto-fotoku, merasakan apa yang aku rasakan pas lagi motret itu. Itu udah sebuah kepuasan kalau bisa bawa emotion ke orang yang lihat, bisa membangkitkan keinginan dia,” kata Chris saat berbincang dengan detikINET.

Wanita berambut panjang ini mengaku sudah menyukai traveling sejak zaman sebelum ada Instagram. Awalnya, karena tuntutan pekerjaan di bidang fashion trading yang menugaskannya sering bepergian.

Namun di samping itu, Chris juga rutin mengambil cuti liburan menjelajah dunia untuk melepas stres.

“Dari sering pergi-pergian ini aku pikir sayang sekali kalau nggak didokumentasikan. Dari situ aku mulai belajar fotografi,” urai Chris.

Christina Tan: Menjelajah Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera Desa Pinggan, Kintamani, Bali, Indonesia. Foto: Instagram @sassychris1

Belajar Secara Otodidak

Menariknya, kecintaan Chris pada fotografi tumbuh dari hobi. Mungkin Chris tidak menyangka kalau hobi yang ditekuninya secara otodidak ini membawanya menjadi fotografer profesional.

“Benar-benar belajar kamera dari nol. Waktu pertama kali itu aku coba DSLR beginner dan tiga bulan kemudian langsung upgrade ke DSLR paling advanced waktu itu,” kenang Chris mengingat pertemuan pertamanya dengan dunia fotografi.

Sejak itu, Chris berniat serius belajar fotografi. Dia sempat mengikuti kelas dasar-dasar fotografi dan bergabung dengan komunitas. Selebihnya, dia mengembangkan kemampuannya dengan terus belajar sendiri.

Christina Tan: Menjelajah Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera Jatiluwuh, Bali, Indonesia. Foto: Instagram @sassychris1

Chris yang sebelumnya sering memotret untuk bidang beauty dan fashion ini juga terkenang ketika dulu sering melihat-lihat majalah travel.

Karena sering traveling dan membolak-baik majalah yang menampilkan tempat-tempat cantik di dunia, Chris ingin bisa membuat foto-foto semacam itu.

Seiring kemampuannya berkembang, keinginan itu terwujud. Kini, fotonya banyak mejeng di berbagai publikasi travel ternama.

Actually I’m amazed now, bisa foto dan edit seperti yang ada di majalah,” kata Chris berbinar-binar.

Christina Tan: Menjelajah Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera Manarola, Italia. Foto: Instagram @sassychris1


Level Dunia

Sejak kemunculan Instagram, Chris semakin gemar memotret dan mulai fokus “bermain-main” dengan fotografi lanskap.

Selain diapresiasi oleh jumlah love dan komentar dari para follower-nya, karya Chris juga menarik perhatian publikasi dalam dan luar negeri.

Pengakuan itu antara lain datang dari Forbes yang menampilkan karyanya dalam tajuk “12 Most Successful Women Instagrammers in the World“.

Karya Chris pun menjadi langganan masuk dalam deretan “20 Top Travel Instagram Posts” selama empat tahun berturut-turut dari 2015-2018.

Chris mengaku sempat terkejut ketika Travel+Leisure, majalah traveling ternama lainnya, menghubunginya dan menyukai karyanya.

“Tiba-tiba dihubungi dari New York, mereka bilang suka dengan karya aku. Jadi media sosial ini membuat karya aku menjangkau lebih jauh,” ujarnya.

Christina Tan: Menjelajah Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera Salah satu foto di Republik Ceko, Rozmberk. Foto: Instagram @sassychris1

Ada satu hal lagi yang mengesankan Chris dalam kariernya yang kini mencapai level dunia, yakni keterlibatannya mempromosikan pariwisata Republik Ceko.

Jepretan karya Chris, membuat tempat mereka yang tadinya tidak terkenal, sekarang ramai dikunjungi orang berwisata.

“Bohemian Switzerland dan RoÅūmberk Nad Vltavou, dua kota itu jadi viral. They’re so happy. Walikotanya ngundang aku, ngadain press conference memperkenalkan Christina Tan, fotografer asal Indonesia yang bikin kota mereka jadi sejajar dengan Paris dan lainnya,” Chris semringah mengingat apresiasi tersebut.

Wanita yang berdomisili di Jakarta ini juga menarik perhatian brand kamera NIKON untuk menjadikannya sebagai salah satu NIKON Official Photographer Indonesia sejak Juli 2018.

Seiring pertambahan jumlah follower Instagram-nya, deretan hotel top dari dalam dan luar negeri kini bergantian mengontaknya untuk bekerja sama. Chris pun sukses membangun personal branding sebagai luxury world traveler.

Christina Tan: Menjelajah Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera Foto menggunakan Huawei P30 Pro, di Wetzlar, Jerman. Foto: Instagram @sassychris1


Menjajal Fotografi Smartphone

Meski kemampuan memotretnya sudah membawanya ke level dunia, Chris tak berpuas diri sehingga terus belajar. Salah satunya dengan menjajal fotografi mobile.

Kebetulan, baru-baru ini dia menjadi salah satu digital influencer yang diundang menjajal Huawei P30 Pro yang kemampuan kameranya menuai pujian.

Sebagai fotografer profesional yang biasa menenteng kamera, bagaimana kesan Chris saat mencoba memotret dengan smartphone P30 Pro?

“Ketika aku nggak membawa kamera, smartphone sangat berguna. Kemampuannya mengagumkan terutama kemampuan super wide, zoom dan low light-nya. Convenient juga, bisa langsung ambil dari tas atau kantong lalu jepret, jadi aku nggak kehilangan momen,” komentarnya.

Kemampuan kamera smartphone seperti di ponsel Huawei P30 Pro menurutnya memudahkan orang biasa sekalipun bisa menghasilkan jepretan seperti profesional.

“Kalau kamera kan harus bawa tripod, ganti-ganti lensa dan dari sisi teknik secara profesional harus kita kuasai. Nah di smartphone dimudahkan. Jadi orang awam yang ingin hasil fotonya looks seperti profesional bisa memanfaatkan smartphone,” sebutnya.

Christina Tan: Menjelajah Dunia, Bercerita Lewat Lensa Kamera Venesia, Italia. Foto: Instagram @sassychris1

Tips Penting Jadi Influencer

Di balik semua pencapaiannya saat ini, Chris merasa bersyukur bahwa hobinya membuatnya bisa berkarya.

I feel blessed dan nggak nyangka,” kata Chris tentang pencapaiannya.

Di balik itu semua, Chris menyadari pentingnya usaha keras dari diri sendiri untuk mengembangkan kemampuan. Dia pun berbagi tips bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia yang digelutinya.

“Yang pertama, skill motret tentu saja, selalu meng-improve. Lalu me-maintenance medsos yang sifatnya 24 jam. Gak bisa nge-post terus kabur, harus rajin interaksi. Lalu communication skill, human interaction. Jago motret percuma kalau ketemu klien, ketemu orang nggak pintar berinteraksi,” tutupnya.

(rns/krs)