Cerita Anak Rantau di Surabaya, Bisa Rehab Rumah Usai Gabung Grab

Jakarta – Sebagai perantau, Matmunir atau dipanggil Munir (31), sudah akrab dengan jalanan Kota Surabaya. Sebelum menjadi driver GrabBike seperti sekarang, dia bekerja sebagai sopir pribadi. Pekerjaannya yakni mengantarkan anak bosnya ke sekolah.

Munir merupakan asli warga Kabupaten Lumajang. Munir pergi ke Kota Pahlawan untuk menafkahi istri dan anaknya. Setiap satu bulan sekali, ia pulang kampung untuk menemui anaknya di kampung.

Dari pekerjaannya sebagai driver GrabBike, Munir kini sudah mampu merehab rumahnya di kampung.

“Sekarang saya di desa itu lagi ngerehab rumah. Jadi sebelum Grab itu saya nggak bisa. Setelah saya gabung Grab saya kredit motor tinggal tiga cicilan. Terus masih rehab rumah,” ungkapnya kepada detikINET di Surabaya.

Munir bergabung dengan Grab pada 2016. Sejak saat itu ia mengaku banyak mendapatkan penumpang dengan berbagai latar belakang.

“Ya banyak sih ada yang pelit, ada yang baik, ada yang kasih tips,” kata dia.

Munir mengaku senang menjadi driver ojek online. Pasalnya ia merasa jadi memiliki banyak pertemanan dan persaudaraan dengan sesama anggota komunitas.

“Sekarang banyak temen. Sopir juga (dulu) banyak teman tapi kalau dulu itu yaudah duduk-duduk di situ aja teman-temannya sopir-sopir juga, interaksi keluar nggak ada. Kalau sekarang banyak komunitas banyak teman juga. Ya banyak saudara juga,” kata Munir.

Selain itu kini dia bisa mengatur sendiri jam kerjanya, sehingga lebih fleksibel.

“Enakan sekarang, bedanya itu fleksibel. Kalau dulu ada tekanan. Kalau nggak tepat waktu potong gaji,” ungkap dia.

Sebagai informasi Munir adalah salah satu top driver GrabBike di Surabaya yang memiliki penilaian performance dan attitude terbaik di komunitasnya.

(mul/ega)