CEO Go-Jek Raih Penghargaan Pebisnis Paling Inovatif se-Asia

Jakarta – Founder dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim baru saja dianugerahi Nikkei Asia Prize ke-24 untuk kategori Inovasi Ekonomi dan Bisnis. Nadiem dianggap pebisnis paling inovatif se-Asia karena berhasil mengembangkan berbagai industri dan bisnis melalui pendekatan yang inovatif.

“Suatu kehormatan bagi kami untuk menerima penghargaan dari Nikkei, salah satu institusi paling berpengaruh di Jepang, yang telah diakui oleh banyak pemimpin dari Asia. Sejak awal mendirikan Go-Jek, kami selalu berusaha untuk mempermudah hidup masyarakat dengan menggunakan teknologi. Saya bersyukur menjadi bagian dari tim inovatif yang mampu mewujudkan berbagai hal menjadi mungkin setiap harinya,” ujar Nadiem, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/5/2019).

Nadiem yang menjadi tokoh teknologi termuda penerima penghargaan ini dianggap telah merubah cara masyarakat Indonesia bertransportasi, menerima kiriman ke rumah, serta melakukan transaksi sehari-hari di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.



Nadiem menambahkan, seluruh pencapaian Go-Jek merupakan hasil kerja keras para mitra driver, mitra merchant, serta penyedia layanan Go-Jek, yang telah memberikan manfaat luar biasa bagi jutaan masyarakat pengguna layanan aplikasi tersebut.

“Kami berharap untuk terus bertumbuh dan berkontribusi lebih banyak lagi di negara-negara tempat kami beroperasi, dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan menciptakan dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, pria berusia 34 tahun ini juga masuk ke jajaran top 50 inovator versi publikasi keuangan global Bloomberg. Dalam daftar top 50 inovator ini, Nadiem bersanding dengan CEO Royal Dutch Shell Ben van Beurden, Chief Financial Officer Microsoft Corp. Amy Hood, dan Donna Strickland pemenang penghargaan Nobel bidang fisika.

Selain Nadiem, beberapa tokoh Indonesia lainnya telah menerima penghargaan Nikkei Asia Prize di kurun waktu dan kategori berbeda, yaitu Prof. Dr. Widjojo Nitisastro selaku ekonom dan Bapak Kependudukan Indonesia di tahun 1996. Ada juga artis dan produser film Christine Hakim pada tahun 2002, Dr. Laretna T. Adishakti pada 2009 dan tokoh pewayangan nasional Ki Manteb Soedarsono di 2010.

Sebagai informasi, The Nihon Keizai Shinbun atau yang lebih dikenal sebagai Nikkei Inc. adalah sebuah perusahaan publikasi terkemuka dan merupakan surat kabar keuangan terbesar di dunia dari Jepang. Penghargaan Nikkei Asia Prize diberikan kepada individu maupun organisasi yang dianggap berhasil memberikan kontribusi luar biasa bagi pengembangan kawasan dan membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia.

Sederet nama tokoh terkemuka lainnya seperti Ma Jun China’s Founding Director of the Institute of Public & Environmental Affairs (IPE), Nandan Nilekani Former Chairman of Unique Identification Authority of India, dan Truong Gia Binh Chairman and CEO of FPT Corp. juga pernah mendapatkan penghargaan dalam kategori Inovasi Ekonomi dan Bisnis.

Dari penghargaan Nikkei Asia Prize ini, Nadiem memperoleh hadiah sebesar USD 30 ribu atau setara Rp 430 juta (kurs Rp 14.000) yang akan ia sumbangkan untuk membantu biaya pendidikan anak dari para mitra driver Go-Jek di Indonesia. Go-Jek juga akan menggandakan angka tersebut sehingga total donasi akan berjumlah USD 60 ribu (setara sekitar Rp 860 juta).

Sejak berdirinya pada 2010, kini Go-Jek telah berkembang menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan on-demand terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, yang menghubungkan pelanggan dengan dua juta mitra pengemudi, lebih dari 300.000 merchant, dan 60.000 penyedia layanan setiap harinya. Go-Jek beserta afiliasinya kini beroperasi di lima negara dan lebih dari 200 kota serta kabupaten di Asia Tenggara. Di Indonesia, Go-Jek saat ini memiliki 21 layanan dalam ekosistemnya. (ega/ega)