Bukti ‘Startup Sosial’ Juga Bisa Cari Uang

Jakarta – Apa jadinya jika sebuah startup bergerak di bidang sosial? Terdengar cukup asing, namun itulah yang dilakukan oleh Reblood.

Berdiri sejak 2015, Reblood lahir dari kesadaran sang pendirinya, Leonika Sari, yang kini menjabat sebagai CEO, terhadap masalah kekurangan stok darah di Indonesia. Ia mengatakan bahwa negara ini kekurangan lima juta kantong darah tiap tahunnya.

“Kita bikin platform di Android dan iOS sehingga orang bisa dapat informasi mengenai donor darah dan menjadi pendonor. Karena masih banyak yang belum tau apa syarat-syarat menjadi pendonor,” ujarnya saat menjadi pembicara di Thinkubator.

Ia menambahkan, Reblood mulai mendapat pemasukan pada 2017. Lantas, bagaimana startup tersebut bisa menghasilkan uang walau bergerak di bidang sosial?

Leonika, atau akrab disapa Leo, menjelaskan ada tiga cara bagi Reblood untuk menghasilkan pundi-pundi. Pertama adalah menyelenggarakan acara donor darah. Startup tersebut biasanya menyodorkan proposal ke perusahaan yang mau mensponsori.

Korporasi incarannya lebih mengarah ke pihak-pihak yang berniat untuk memasarkan produk mereka ke milenial. Sejalan dengan itu, Leo pun mengaku Reblood memberikan sentuhan tersendiri terhadap acara donor darah yang diselenggarakannya.

Hal ini lantaran Leo mengaku donor darah masih dipandang ‘tidak keren’ dan ‘acara orang tua’. Bahkan, menurut data dari PMI, 80% pendonor sudah di atas 40 tahun.

“Redblood harus me-rebranding donor danah biar anak muda tidak malas datang. Misalnya, datang donor darah bisa dapet tiket konser,” katanya.

Cara yang kedua adalah melakukan penggalangan dana untuk PMI. Dari situ, Reblood mengambil komisi sebesar 2% dari tiap sumbangan.

Sedangkan yang terakhir adalah menyediakan data untuk perusahaan. Leo menyebut, pihaknya sudah punya data 1,8 juta pendonor yang hanya berasal dari Jakarta dan Surabaya, belum termasuk daerah lain.

Maka dari itu, ia berusaha untuk menawarkan data tersebut ke perusahaan yang, misalnya, menawarkan produk asuransi. Proyek ini menurut Leo masih dalam proses. (fyk/krs)