Bukan Cuma Tukang Ojek, Petani pun Sudah Pakai Aplikasi

Jakarta – Masyarakat terus didorong untuk terlibat dalam ekonomi kreatif, salah satunya dengan membuat startup. Walaupun identik dengan perusahaan yang melibatkan teknologi, startup juga bisa menjangkau sisi pertanian, di antaranya lewat startup agribisnis.

Dalam sebuah sesi workshop di acara Thinkubator, CEO Kecipir.com Tantyo Bangun mengatakan sebetulnya sudah banyak petani yang melek teknologi. Hal itu terindikasi dari mulai aktifnya petani memasarkan produknya secara online, semisal lewat Facebook atau Whatsapp.

“Mungkin ya prinsipnya sama. Masa tukang ojek bisa pake aplikasi, (tapi) petani enggak. Petani kami sudah pakai alikasi,” kata Tantyo, Kamis (28/3/2019).

Lewat startup-nya, ia pun menerapkan sistem pertanian organik yang menurutnya ramah terhadap alam. Selain dengan cara mengedukasi penggunaan pupuk, ia juga mendorong petani untuk menanam beragam jenis tanaman.

“Pertanian organik itu bisa hasilkan 50-100 jenis. Mereka panen bisa seminggu 1-2 kali. Pertanian organik sistemnya meniru apa yang terjadi di alam,” ujarnya.

Ia juga menyebut startup miliknya memungkinkan pengumpulan data dari petani untuk melihat naik-turunnya pesanan atau penjualan. Hal ini tentunya memudahkan petani untuk memahami kondisi pasar.

“Petani bisa prediksi pendapatannya tetap, gak perlu ikut-ikutan yang lain, konstan saja produksi fokus,” katanya.

Selain itu agar penjualan produk pertanian tetap mampu bersaing di era digital, Kecipir.com juga menyediakan promo produk-produk yang dijual petani. Bahkan petani pun bisa memasukkan promonya sendiri ke platform ini.

“Lama-lama dengan fitur itu mereka terbiasa. selama ini pengalaman saya belajarnya cepat sekali. Selama ada manfaat mereka mau belajar (teknologi),” ujarnya.

Video: Startup Pertanian Ndeso? Justru Keren Gaes!

[Gambas:Video 20detik]

Manfaat lain dari adanya teknologi di bidang pertanian, lanjut Tantyo, adalah data yang lebih akurat. Ia mencontohkan jika tidak menggunakan teknologi pemetaan daerah swasembada masih ditemukan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan acara Thinkubator merupakan salah satu bentuk representasi semangat Grab.

“Grab sendiri semangatnya adalah memberikan dampak positif sosial untuk masyarakat Indonesia,” ujar Ridzki.

Oleh karena itulah dampak positif sosial ini menjadi salah satu penilaian bagi startup yang bersaing di Thinkubator. Selain dampak sosial, penilaian lainnya adalah kreativitas dan upayanya mendorong ekonomi Indonesia.

(krs/afr)