Awas Hoax Tanggal Pencoblosan Pemilu 2019

Jakarta – Berita bohong (hoax) mesti menjadi perhatian tersendiri saat ini. Apalagi ditengarai sudah ada upaya mengaburkan tanggal pencoblosan Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan oleh Noudhy Valdryno dari Politics and Government Outreach Associate Manager Facebook Indonesia. Menurutnya hoax menjadi salah satu tantangan menjelang pemilu.

“Tapi ada satu lagi tantangan yang diprediksikan akan ada oknum-oknum yang membuat misinformasi tanggal pemilihan,” ungkap Noudhy dalam acara Gathering “Positif Bermedia Sosial” di Jakarta, Jumat (22/2/2019).


Masyarakat Indonesia akan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum legislatif (pileg 2019) dan pemilihan umum presiden (pilpres 2019) yang dilakukan serentak pada tanggal 17 April 2019.

Berdasarkan informasi yang diterima Noudhy, ada salah satu provinsi di Indonesia yang salah menerima informasi bahwa tanggal pemilu berlangsung pada 14 April 2019.

“Di social media akan ditemui konten-konten yang sifatnya menyalahkan informasi tersebut. Jadi, bapak ibu akan melihat nanti pemilu tanggal 12 April, 13 April. Memang ada pemilu tanggal segitu, tapi itu di luar negeri,” tuturnya.

Pada kesempatan ini Facebook mengimbau kepada masyarakat luas agar lebih jeli dan teliti dalam mengonsumsi informasi, secara khusus mengenai tanggal pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019.

Di sisi lain, Facebook yang juga menaungi Instagram dan WhatsApp menyebutkan kalau mereka terus bekerjasama dengan pihak terkait dalam menangani konten negatif di internet, mulai dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Perangi Hoax dengan Positif Bermedsos

Acara Gathering “Positif Bermedia Sosial” ini sendiri dilangsungkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan para pelaku media sosial di bawah lingkup kementerian/lembaga, serta komunitas, untuk menggalakkan “Positif Bermedia Sosial”.

Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida mengatakan pertemuan ini diyakini dapat memberikan peluang bagi masyarakat, khususnya milenial, dalam merefleksikan nilai-nilai revolusi mental dalam bentuk karya yang di-posting di medsos.

“Agenda ini sengaja dibuat untuk menularkan bermedia sosial yang baik kepada lingkungannya, minimal yang terdekat,” ujar Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida.

Awas Hoax Tanggal Pencoblosan Pemilu 2019Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Kegiatan ini, kata Nyoman, diharapkan dapat menggugah pemahaman peserta dalam penggunaan medsos ke arah yang lebih positif dan berkomitmen menginformasikan materi “Positif Bermedia Sosial” ke netizen lainnya secara berkelanjutan. Langkah ini juga guna menangkal hoax yang kian meresahkan tersebar di ranah jejaring sosial, mulai dari Facebook, Twitter, hingga ke Instagram.

“Hoax harus kita perangi,” tegasnya.

Para peserta gathering ini juga akan diajak menjajal MRT yang sedang memasuki periode uji coba. Mereka diminta untuk membuat konten positif terkait transportasi masa depan ibu kota ini dan mem-postingnya di medsos.

(agt/krs)