Antisipasi Peredaran Narkoba, Grab Kerja Sama dengan BNN

JakartaGrab Indonesia berpartisipasi dalam memberantas narkoba di Tanah Air melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kerja sama ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba di penyedia jasa penitipan barang, mengingat modus operandi peredaran gelap narkoba semakin beragam.

Maraknya bisnis ojek online sebagai salah satu penyedia jasa penitipan barang berbasis aplikasi menjadikannya rawan tindak pidana narkotika.

“Suatu kehormatan bagi kami bisa menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional”, ujar Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno dalam keterangan tertulis, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, Grab Indonesia juga sepakat untuk membentuk relawan antinarkoba, melakukan pembinaan dan peningkatan peran serta penggiat anti narkoba, pertukaran data informasi pada sistem manifest data terkait P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), serta melaksanakan tes uji narkoba. Grab Indonesia juga akan memberikan kemudahan akses kepada BNN dalam melakukan tindakan hukum terkait tindak pidana narkotika.

Menurut Tri, pihaknya kerap menemukan barang mencurigakan namun tak tahu soal pelaporannya. Sanksi tegas juga akan diberikan pihak Grab Indonesia kepada para drivernya jika kedapatan melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Kami akan tindak tegas jika ada driver Grab yang melakukan pelanggaran dan akan segera kami putus sebagai mitra,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Heru Winarko mengatakan pihaknya melihat kerja sama ini sebagai peluang besar bagi BNN untuk menyosialisasikan P4GN melalui Grab Indonesia. Apalagi, Grab Indonesia sudah tersedia di 222 kota di Tanah Air dan memiliki lebih dari 5 juta mitra driver.

“Jika driver Grab membawa barang mencurigakan bisa koordinasi dengan kami untuk memastikan barang yg dibawa bukan narkoba. Secara teknis pelaksanaannya akan koordinasikan lebih lanjut setelah penandatanganan PKS,” ujar Heru.

Dengan adanya kerja sama ini, BNN berharap dapat mempersempit ruang gerak bandar dalam mengedarkan narkoba. Di samping itu, pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di masyarakat akan semakin luas.

(prf/krs)