Andalkan Go-Food, Kedai Thai Tea Ini Bisa Jual 500 Cup/Hari

Jakarta – Melalui layanan pesan antar makanan secara online ternyata mampu membantu para pelaku usaha kuliner dapat meningkatkan pendapatan. Seperti kedai minuman 555 Thai Iced Tea milik pemuda Palembang, Yan Santana mengaku bisa menjual rata-rata 500 cangkir per hari.

Sebelum bergabung bersama Go-Food, 555 Thai Iced Tea ini berada di dua outlet di Palembang. Dalam segi transaksi, Yan rata-rata menjual 300 cangkir per hari.

“Kalau dulu saya bisa rata-rata jual 300 cangkir, semenjak saya di Go-Food bisa naik 100% atau dua kali lipat. Sekarang saya bisa jual lebih dari 500 cangkir per hari,” ujar Yan dalam keterangan tertulis, Jumat (14/6/2019).

Yan merasa sangat terbantu sejak bekerja sama dengan Go-Food. Ia menjelaskan perbedaan penjualannya sebelum ia bergabung dengan Go-Food, terutama ketika musim hujan yang biasanya sepi. Akan tetapi, kini di musim hujan justru pesanan meningkat.

“Misalnya sedang musim hujan, dulu sebelum saya ikut di Go-Food, pendapatan saya sangat anjlok. Namun sekarang, malah kalau cuaca tidak mendukung, orderan makin meningkat. Mungkin karena orang-orang jadi malas keluar karena hujan, jadi dengan GO-FOOD mereka tidak harus susah payah untuk keluar dan bisa langsung dikirim ke rumah,” ujarnya.

Meski begitu, layaknya pengusaha UMKM lainnya, Yan mengaku usaha yang dirintisnya sejak 2015 lalu ini mengalami kesulitan dari sisi modal, terutama untuk biaya sewa untuk buka outlet. Namun, ternyata rintangan ini dapat dilewati sejak bergabung menjadi mitra Go-Food.

Dalam acara Go-Food Festival Bersama Berbagi Berkah bulan Mei lalu, Yan mengaku senang dengan adanya festival ini yang tidak mengenakan biaya sewa untuk outletnya.

“Sebagai pedagang, mungkin sebagian dari kita sudah tau kalau untuk buka usaha itu kita perlu modal itu yang paling berat itu adalah sewa. Nah ini dengan adanya Go-Food Festival, terus terang saya sangat terbantu. Pertama kalinya saya melihat Go-Food Festival itu di PIM, saya dikasih tahu kalau tidak ada biaya sewa dan biaya listrik. Pokoknya mas datang ke sini langsung jualan,” jelasnya.

(ega/krs)