Ambisi Bukalapak: Terbangkan Drone hingga Toko Tanpa Kasir

Jakarta – Sebagai e-commerce, Bukalapak tetap mengutamakan diri mereka sebagai perusahaan teknologi. Mereka pun terus berinovasi.

Untuk mengembangkan platform jual beli mereka, Bukalapak mengerahkan pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D) serta laboratorium riset kecerdasan buatan dan komputasi awan yang bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung.

Di usia ke-9 tahun, CEO dan pendiri Bukalapak, Achmad Zaky, bahkan menyebut bahwa Bukalapak telah melakukan ratusan percobaan walaupun tidak semuanya berhasil dan sukses.

“Di era teknologi ini 99% kegagalan itu diperlukan. Warung (Mitra Bukalapak) ini awalnya dari percobaan yang kecil, tapi sekarang menjadi sesuatu yang besar,” jelas Zaky saat konferensi pers HUT Ke-9 Bukalapak di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Dengan amunisi pusat riset dan lebih dari 2.500 talenta digital, Zaky pun menyebut bahwa Bukalapak mulai tertarik untuk mengembangkan internet of things (IoT). Beberapa bidang yang ia ingin jelajahi adalah unmanned retail dan drone.

Unmanned retail sendiri adalah bentuk toko tanpa kasir yang semua proses belanjanya dilakukan secara digital, seperti Amazon Go di Amerika Serikat.

Zaky menambahkan, toko ini nantinya akan terintegrasi dengan sistem milik Bukalapak.

“Retail itu harusnya sesuatu yang sangat simpel dan efisien, tidak perlu ada manusia, kemudian user experiencenya nyaman, produknya bagus-bagus, sehat-sehat. Itu sih yang kita kembangkan,” ujar Zaky.

Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid dalam kesempatan yang sama juga menyebut bahwa toko ini akan memanfaatkan warung-warung yang telah menjadi mitra BukaLapak.

Sedangkan untuk drone, saat ini Bukalapak sedang melakukan eksperimen dengan skala kecil. Nantinya, drone ini digunakan untuk mendukung sistem logistik BukaLapak.

“Kita ingin buat drone yang lebih canggih khusus untuk masyarakat Indonesia. Jadi kalau dilempar ketapel bisa menghindar,” pungkas Zaky.

(rns/rns)