Achmad Zaky Sah-sah Saja Nge-Tweet ‘Presiden Baru’, tapi…

Jakarta – Pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, bikin kehebohan dengan postingan tweet yang di antaranya menyinggung soal ‘presiden baru’. Tagar #uninstallbukalapak menggema, dan Achmad Zaky pun telah melayangkan permintaan maaf.

Dari kacamata hukum, apa yang disuarakan Zaky tidak salah. “Sah-sah saja, itu kan bentuk ekspresi yang dilindungi oleh undang-undang,” sebut Donny BU, pengamat media sosial.

Akan tetapi di sisi lain, tetap saja Zaky identik dengan perusahaan yang dibesarkannya, Bukalapak. Misalnya di profil Twitter, dia secara terang menjelaskan posisinya sebagai founder dan CEO Bukalapak.

“Di media sosial, walau cuitan bisa saja dianggap ekspresi individual, tapi tentu identitas itu tidak berdiri di ruang hampa. Ada konteks-konteks politik, sosial, ekonomi, yang kerap melengkapi atribusi dari identitas individual tersebut,” papar Donny.

Mengenai reaksi netizen yang melayangkan opini pro dan kontra soal tweet Zaky, menurut Donny hal itu juga wajar saja. Warga dunia maya bisa bebas mengutarakan pendapatnya, baik positif maupun negatif.

Tonton video: #uninstallbukalapak Menggema, CEO Bukalapak Minta Maaf

[Gambas:Video 20detik]

“Menurut saya, netizen juga memiliki kebebasan untuk berekspresi. Mau dalam bentuk apresiasi maupun kekecewaan, hingga ada ajakan-ajakan untuk uninstall apps. Ya itu justru ‘dialog’ yang sehat selama tidak ada hominem, alias jangan menyerang pribadi atau karakter seseorang,” lanjut Donny.

Dalam cuitannya itu, Achmad Zaky menyebut omong kosong industri 4.0 jika budget research and development (R&D) Indonesia masih jauh dibanding negara-negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky di cuitannya. Cuitan tersebut kini telah dihapus.

Zaky juga meminta maaf secara terbuka. “Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakanpermohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” kata dia.

(fyk/krs)