16 Juta Botol Minum dan Angka Unik Lainnya di Tokopedia 2018

JakartaTokopedia merilis laporan aktivitasnya sepanjang 2018 lalu. Ada beberapa angka unik dari penjualan Tokopedia pada tahun lalu, termasuk 16 juta botol minum dan mangkok-mangkok bakso.

Sepanjang tahun lalu, Gross Merchandise Value (GMV) Tokopedia meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan capaiannya pada 2017, sebagaimana tercantum dalam laporan resmi yang diterima detikINET.

Selain itu, jumlah transaksi di luar Pulau Jawa meningkat sebesar 66% dari tahun sebelumnya. Lebih lanjut, 25% dari total penjualan barang di Tokopedia dikirim menggunakan same-day service.

Hal yang menarik datang dari kebiasaan berbelanja penggunanya. Misalnya, di kategori produk digital, total penjualan saldo E-Money di Tokopedia bisa digunakan untuk melintasi tol Jakarta-Surabaya sebanyak 120.000 kali.

Fenomena serupa juga muncul pada penjualan baterai. Angkanya penjualan baterai sepanjang 2018 di Tokopedia diklaim sanggup menghidupkan 100.000 motor listrik.

Sementara itu, dari kategori hobi dan gaya hidup, penjualan saldo M-Tix di Tokopedia sepanjang 2018 cukup untuk memberikan seluruh penduduk kota Padang masing-masing lima tiket bioskop. Lalu, jumlah pupuk yang terjual di sana dapat digunakan untuk menyuburkan lahan seluas tujuh kali kota Medan.

Sedangkan pada lini produk marketplace, ada sebanyak 16 juta botol minum yang sudah terjual di Tokopedia. Kemudian, angka penjualan mangkuk di situ bisa dipakai sebagai mangkok bakso untuk seluruh penduduk Tangerang Selatan.

Total buah-buahan yang terjual juga memunculkan fakta unik. Angkanya bisa digunakan untuk membuat 135.000 parsel buah.

16 Juta Botol Minum dan Angka Unik Lainnya di Tokopedia 2018dok. Tokopedia

“Memasuki tahun ke-10, Tokopedia akan mengembangkan ekosistem kami menjadi infrastructure-as-a-service (IaaS),” ujar CEO Office Manager Tokopedia Priscilla Anais.

Priscilla menambahkan, hal tersebut bisa membuat teknologi logistik, fulfillment, pembayaran, dan layanan keuangan mereka dapat memberdayakan perdagangan, baik online maupun offline. Ia dan timnya berharap hal ini sanggup mempercepat pencapaian pemerataan ekonomi secara digital.

Bukan Tokopedia saja yang merilis laporan macam ini. Salah satu yang sudah melakukannya adalah Go-Jek lewat Laporan Kejog (yang jika dibaca terbalik menjadi “Gojek”). Untung saja Tokopedia tidak menamai laporannya sebagai Laporan Aidepokot.

(mon/krs)